Acara budaya di Solo
Berikut adalah beberapa acara kebudayaan yang bernilai citarasa tinggi yang sering digelar di Wilayah Solo dam sekitarnya. Acara-acara tersebut seharusnya lebih tepat jika menggunakan penanggalan jawa, namun tidak ada salahnya jika waktunya dituliskan dalam kalender biasa dengan catatan pasti ada pergeseran yang mungkin mengakibatkan kurang tepat waktunya. Acara-acara tersebut antara lain :
Wiyosan Jumenengan SP. KGPAA Mangkoe Nagoro IX
Peringatan naik tahta Kanjeng Gusti Pangeran Arya Adipati (KGPAA) Mangkoe Nagoro ( MN ) IX, Penguasa Pura Mangkunegaran Solo. Di gelar tarian sacral Bedaya Anglir Mendung. Sehari sebelumnya dilakukan wilujengan selametan
Waktu : Januari
Tempat : Pura Mangkunegaran
Peringatan Adeging Nagari Surakarta Hadiningrat
Peringatan berdirinya Negara Surakarta. Nagari Surakarta berdiri sejak tahun 1745. Acara diantaranya pembacaan riwayat singkat kepindahan keraton dari Kartasura ke desa Sala dalam tembang Macapat diikuti kenduri.
Waktu : Januari
Tempat : Keraton Kasunanan Surakarta
Grebeg Sudiro
Acara ini digelar untuk memeriahkan Tahun Baru Imlek. Sebuah Gunungan yang terdiri dari ribuan kue keranjang dikirabkan disekitar Pasar Gede Solo. Puluhan peserta berbusana tradisional Jawa dan Tionghoa mengiringi dengan membawa lampion. Acara dimeriahkan pula dengan penampilan liong, barongsay dan kesenian lainnya.
Waktu : Februari
Tempat : Kawasan Pasar Gede
Grebeg Mulud (Gunungan Sekaten)
Ritual untuk memperingati Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW ini dimeriahkan berbagai pertunjukan dan pasar rakyat yang memasarkan souvenir dan kerajinan tangan lainnya. Ada pula pameran benda-benda pusaka di PagelaranKeraton. Puncak dari perayaan Sekaten adalah keluarnya Gunungan dari Keraton menuju Masjid
Waktu : Maret
Tempat : Alun-alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta dan Masjid Agung Surakarta
Mahesa Lawung
Ritual adat Keraton Kasunanan Surakarta untuk memohon keselamatan dan supaya terhindar dari segala macam mara bahaya. Acara di gelar di Hutan Krendowahono
Waktu : April
Tempat : Hutan Krendowahono, Karangayar
Wiyosandalem Tingalan Jumenengan PB XIII
Tempat : Keraton Surakarta
Upacara peringatan kenaikan tahta SISKS Paku Buwono XIII. Dalam acara ini dipergelarkan tarian sacral Bedaya Ketawang, yang tidak semua penari bisa melakukannya. Pada saat itu biasanya juga dilakukan pemberian gelar kebangsawanan kepada orang-orang yang dianggap berjasa kepada Keraton
Waktu : Juli
Tempat : Keraton Surakarta
Keraton Festival
Festival yang mempertunjukkan warisan budaya Keraton yang tangible(koleksi pusaka,peninggalan
artefak,dll)serta yang intangible(upacara adapt,tarian,musik tradisional,dsb
Waktu : Juli
Tempat : Keraton Surakarta
Kirab Apem Sewu
Kirab yang digelar warga Kampung Sewu, Jebres, sebuah kawasan di tepian Bengawan Solo. Ada 1000 Apem yang dikirabkan ( diarak) disekeliling kampung. Apem-apem itu diusung dalam berbagai wadah dan bentuk setelah didoakan, apem-apem tersebut kemudian dibagikan kepada warga karena dipercaya membawa berkah.
Waktu : November
Tempat : tepian Bengawan Solo
Kirab Pusaka 1 Suro (1 Muharam 1431 H)
Perayaan tahun baru menurut kalender jawa.Malam satu Suro jatuh mulai terbenam matahari pada hari terakhir bulan terakhir kalender jawa (30/29 Besar) sampai terbitnya matahari pada hari pertama bulan pertama tahun berikutnya (1 Suro). Di Mangkunegaran acara dimulai pada sekitar pukul 19.00(07.00 malam. Saat itu dilakukan jamasan (pencucian) benda pusaka kemudian dikirabkan keliling pura Mangkunegaran. Di Keraton Surakarta, ritual 1 Suro juga dilakukuan kirab benda-benda pusaka mengelilingi Benteng Keraton pada dini hari. Yang menarik adalah ikut sertanya beberapa kerbau bule (kerbau albino) sebagai cucuk lampah (yang mengawali )
Waktu : Desember
Tempat : Pura Mangkunegaran dan Keraton Kasunanan Surakarta.
7 Apr 2011 at 3:28 pm
kirab apem sewu?? kayaa pa ya?