Cilacap-Pantai Teluk Penyu& Benteng Pendem
Kemarin kami jalan-jalan ke Pantai Teluk Penyu di daerah Cilacap saat aku mengunjungi Purwokerto. Perjalanan ke pantai Teluk Penyu dari Purwokerto dapat ditempuh dengan jalan darat selama satu jam dengan melewati pinggir sungai besar yaitu sungai Serayu. Perjalanan kami saat itu menggunakan motor dari Purwokerto supaya fleksibel jika mau kemana-mana sewaktu di Cilacap. Untungnya, perjalanan ke Cilacap hawanya sejuk karena masih banyak tumbuhan-tumbuhan besar di sekeliling jalan menuju ke Cilacap sehingga transportasi dengan motor pun menjadi enak.
Kira-kira setelah satu jam perjalanan menggunakan motor menuju ke Cilacap, akhirnya sampailah di Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap. Pelabuhan perikanan ini ternyata dekat dengan Gerbang masuk Pantai Teluk Penyu. Ketika sampai pada gerbang pintu masuk Teluk Penyu, petugas yang berjaga menjual tiket masuk ke area wisata tersebut sudah siap menunggu pengunjung. Tiket masuk pada saat itu sebesar 5000 rupiah per orang. Namun anehnya, tidak semua orang yang masuk daerah pantai tersebut diminta untuk membayar tiket. Hm..sepertinya banyak penduduk lokal yang memanfaatkan jalan masuk daerah pantai tersebut untuk jalan umum sehingga ada yang diminta membayar tiket dan ada yang tidak.
Setelah masuk dan melihat-lihat, di sepanjang bibir pantai Teluk Penyu terlihat banyak sekali perahu nelayan yang sedang bersandar. Angin semilir dan ombak laut selatan yang berkejar-kejaran ke daratan memercikkan suara memecah keheningan. Di sekitar pantai tersebut yang dekat dengan jalan juga berjajar rumah makan yang menyajikan makanan khas laut (sea food) seperti ikan bakar, kerang, cumi, dll.
Oiya, ngomong-ngomong tentang Pantai Teluk Penyu, kalau dilihat sekilas dari namanya yaitu Teluk Penyu, pasti orang langsung membayangkan di sana akan dijumpai banyak penyu. Namun ternyata nama itu hanya tinggal nama saja. Tidak ada penyu di pantai tersebut sekarang. Selidik punya selidik, dari historinya, zaman dahulu memang daerah pantai tersebut terdapat banyak penyu yang singgah dipantai tersebut untuk bertelur. Dahulu daerah sepanjang pantai itu terdapat banyak tumbuhan pandan yang sangat digemari oleh penyu sehingga menjadi habitat penyu. Sejak tahun 1980-an, penyu sudah tidak mampir lagi ke daerah pantai tersebut karena menghilangnya tumbuhan pandan dan semakin banyaknya manusia yang berkunjung di sana. Perubahan itulah yang diduga membuat penyu merasa tidak nyaman lagi bertelur di pantai itu. Well, jadi begitulah dulunya mengapa daerah itu disebut teluk penyu.
Di dekat Pantai Teluk Penyu itu terdapat situs benteng peninggalan Belanda yang dikenal dengan Benteng Pendem. Dalam bahasa Belanda, benteng tersebut disebut Kusbatterij od de Lantong te Cilacap yang artinya yang artinya tempat pertahanan pantai diatas tanah menjorok ke laut menyerupai bentuk lidah.
Benteng tersebut dibangun tahun 1861-1879 M dan memilki luas asli 10.5 hektare. Namun menurut pemandu wisata yang ada di sana, kira-kira 4 hektare diambil oleh pertamina untuk pembangunan salah satu fasilitasnya didaerah tersebut. Disebut Benteng Pendem, karena bangunan benteng pertahanan tersebut nyaris tertutup tanah perbukitan.
Untuk masuk ke situs benteng pendem ini, pengunjung diminta membeli tiket seharga 5000 rupiah, untuk tiket masuk. Sampai saat ini, hanya sebagian saja dari benteng pendem yang sudah ditemukan dan digali. Sebagian yang lain belum tergali atau sudah digunakan oleh pihak pertamina untuk tangki-tangki minyak.

Dari bagungan yang sudah tergali, dapat dilihat bahwa material yang digunakan untuk membuat benteng tersebut adalah batu bata tanpa besi sebagai tulangnya. Bata-bata tersebut tersusun rapi dan urut sehingga menghasilkan lingkaran-lingkaran yang teratur.
Bagian yang sudah tergali menurut website pariwisata kabupaten Cilacap adalah sebagai berikut :
- 1. Barak 14 kamar, yang di bangun pada tahun 1877, panjang 103 m, yang terdiri dari 14 kamar masing–masing kamar dengan ukuran 9,04 x 5,02 m, bentuk bangunan sama.
- 2. Ruang Kesehatan / klinik yang dibangun pada tahun 1879 yang terdiri dari 2 ruangan dengan ukuran 8,74 x 3,75 m dan 5,24 x 3,77 m.
- 3. Benteng Pertahanan jarak dekat ada 4 benteng yang terletak di 4 lokasi, 2 benteng berada dibagian Barat dan 2 benteng di bagian Timur jumlah keseluruhan panjangnya 329,92 m, terdapat 112 ruang – ruang tembak, 49 ruang perlindungan dan tempat penyimpanan senjata / musiu.
- 4. Terowongan sepanjang 113,94 m lebar 3,10 m tinggi antara 2,45 – 4,88 m yang dibangun pada tahun 1868, didalam terowongan terdapat Ruang Perwira ukuran 20 x 8 m, ruang pengintai dengan bentuk setengah lingkaran ukuran 4,5 x 4,5 m tinggi 2,45 m.
- 5. Ruang Amunisi / mesiu terdapat 2 lokasi yang terpisah masing – masing lokasi terdapat 3 ruangan berukuran 2,30 x 2,55 m tinggi 2,45 m.
- 6. Ruang Penjara yang dibangun pada tahun 1861 sebanyak 3 bangunan yang terpisah masing – masing bangun penjara terdapat 3 ruangan berukuran 4,05 x 3,45 m tinggi 2,25 m, tebal tembok bagian depan setebal 2,50 m dan dua buah jendela ukuran 1 x 1 m.
- 7. Ruang Senjata ada 3 ruangan berukuran 2,54 x 2,45 m, didalam ruang tengah bagian atas terdapat lubang yang digunakan untuk mengirim Amunisasi keatas ukuran 1 x 1 m.
- 8. Ruang Akomodasi, panjang 25,45 m tinggi 5,10 m, di dalam ruang akomodasi terdapat 6 ruangan berukuran 2,54 x 2,45 m tinggi 2,45 m.
- 9. Ruang Dapur, panjang 12,30 m tinggi 5,10 m terdapat 3 ruangan ukuran 2,54 x 2,45 m tinggi 2,45 m.
- 10. Landasan Meriam, ada11 landasan dengan ukuran diameter 6,10 m, berada diatas bangunan Benteng, 6 landasan berada disebelah Timur dan 5 landasan berada disebelah Selatan.

- 11. Benteng Pendem sebanarnya dikelilingi oleh parit, namun pada saat ini baru tergali sepanjang 518,75 m, lebar 10 m dibagian Barat, 20 m di bagian Timur.
Sedangkan bangunan yang belum tergali diperkirakan masih 3 Benteng Jepang, 12 terowongan kecil dan sebagian parit.
Benteng Jepang ini adalah benteng tambahan yang dibangun oleh jepang saat benteng tersebut berhasil dikuasi Jepang dari tangan Belanda. Benteng ini strukturnya menggunakan batu, bukan batu bata jadi beda dengan benteng yang dibangun Belanda.
Well, setelah melihat-lihat benteng, kemudian kami kembali ke pantai Teluk Penyu dan mencari rumah makan sebagai tempat istirahat melepas lelah sebentar sambil makan siang dengan menu makan laut (sea food). Kami memilih rumah makan yang tipe lesehan dan dekat dengan laut. Di tempat tersebut, kami memesan kerang rebus, ikan bakar, cumi goreng tepung, kangkung, dan makanan lainnya. Hm..lumayan rasanya..ga kalah dengan masakan laut khas Batam atau Manado yang pernah aku coba.
Setelah kenyang, kemudian kami melanjutkan perjalanan kembali ke Purwokerto namun sebelumnya kami membeli oleh-oleh khas Cilacap yaitu kripik sukun dan stik sukun di salah satu toko oleh-oleh Cilacap yang terkenal di jalan utama Cilacap Gatot Subroto. Untuk mencari jalan Gatot Subroto di Cilacap ini kami menggunakan Google Map dari Blackberry yang kami gunakan.
Tentang Sukun, sekedar informasi saja, Cilacap memang merupakan salah satu sentra penghasil Sukun sebagai makanan olahan seperti kripik dan stik Sukun dengan bermacam-macam rasa maupun dalam bentuk buah mentahannya yang banyak dikirim ke berbagai daerah di Indonesia.
22 Jun 2011 at 9:47 am
Sangat menarik untuk di kunjungi tempat ini
22 Jun 2011 at 12:42 pm
@noped, tempatnya lumayan si
12 Aug 2011 at 8:44 pm
fotonya cantik2 euyy , jadi pengen ke sana
13 Aug 2011 at 12:30 pm
@Ely Meyer, Cilacap punya banyak potensi wisata yang mungkin belum dimaksimalkan
19 Dec 2011 at 3:14 pm
Cilacap? Lum pernah ke sanaik. Dulu pernah pentok di Pantai Ayah, jadi mingsih jauh. Bagus-bagus ya pamandangannya.
19 Dec 2011 at 9:48 pm
@Wandi Sukoharjo, saya juga baru sekali cilacap. Ke pantai ayah malah belum pernah sepertinya