Lembah Harau : Wisata Alam Berpemandangan Fantastis

Air Terjun Anai, Padang PanjangSetelah lama tidak jalan-jalan, kali ini kami berkesempatan untuk ke Padang, Sumatra Barat. Di kota Padangnya sendiri mungkin tidak ada tempat wisata yang menarik. Oleh karena itu, Guide kami pun hanya membawa kami berputar-putar kota dan kemudian singgah di daerah pelabuhan Teluk Bayur. Dari sana kita tahu bahwa Teluk Bayur ternyata tidak seindah lagunya :) . Dari sana, kemudian kami menuju objek wisata alam Lembah Harau (penduduk lokal menyebutnya Arau). Untuk ke objek wisata alam Lembah Harau, kami harus melakukan perjalanan cukup jauh melewati Padang, Padang Pariaman, Padang Panjang, dan kemudian sampai ke Harau yang berada di Kabupaten Lima Puluh Kota. Oya, dalam perjalanan, kami banyak menjumpai nama daerah yang mengandung angka matematika seperti 50 Kota, 2×11 enam lingkung, dan lain-lain. Mungkin masyarakat di sana memang senang dengan matematika kali ya, sehingga nama daerahpun mengandung angka matematika :-) . Di tengah perjalanan, di daerah Padang Panjang, kami juga melewati air terjun Lembah Anai. Nama tempatnya sesuai dengan plang yang ada di gapura masuk adalah Objek Wisata Cagar Alam Lembah Anai Air Mancur. Di objek wisata tersebut, air terjunnya terletak persis dipinggir jalan sehingga kita menyempatkan singgah sebentar di sana. Info dari guide kami, tempat tersebut memang secara default dijadikan tempat singgah dalam perjalanan sejak jaman dahulu sehingga selalu ramai oleh orang-orang yang sekedar singgah untuk beristirahat sebentar. Lokasi tersebut sebenarnya kalau dikembanhkan akan sangat bagus, namun, sayangnya di sana tidak ada lokasi parkir khusus sehingga mobil dan bus parkir di pinggir jalan. Setelah dari sana, kami sempat makan dahulu di salah satu tempat makan makanan khas yaitu Sate Padang. Sate padangnya disajikan dengan ketupat dan terasa lebih enak jika dimakan dengan kerupuk rambak kulit. Rambak kulit yang ada ditempat makan itu besar dan lebar, mungkin ukurannya sekitar 10×10 cm dan tebal 1.5 cm. Setelah itu kami melanjutkan kembali perjalanan ke Lembah Harau.

Akar berayun, Lembah HarauLembah Harau merupakan kawasan hutan lindung dan suaka margasatwa alami yang memiliki pemandangan alam cukup fantastis. Kawasan tersebut dikelilingi oleh bebatuan tebing berbukit tinggi, mungkin lehin dari 100 meter sampai 200 meter, dengan kemiringan hampir 90 derajat dan terdapat corak warna alami perpaduan antara tumbuhan liar dan efek warna akibat iklim dan cuaca pada batuan tebing sehingga seperti dilukis oleh alam. Di antara terbing-tebing tersebut terdapat areal persawahan penduduk. Di beberapa tebing yang tinggi terdapat beberapa air terjun yang airnya jernih dan segar. Info dari guide kami, Lembah Harau sudah dijadikan tempat wisata sejak zaman Belanda. Oya, secara garis besar, lokasi wisata di Lembah Harau dibagi menjadi dua lokasi wisata yaitu lokasi Akar Berayun dan lokasi Sarasah Bunta. Di lokasi wisata akar berayun terdapat satu air terjun dengan debit air yang cukup besar dan tepat di bawah air terjun tersebut terdapat kolam pemandian. Saat kami ke sana, beberapa anak muda sedang mandi berbasah-basahan di sana. Di samping air terjun tersebut terdapat anak tangga yang bisa digunakan untuk naik ke atas tebing sehingga bisa melihat pemandangan Lembah Harau dari atas. Saat kami ke sana, untuk naik ke atas sangat butuh fisik prima dan kehati-hatian ekstra karena jarak anak tangganya terlalu dekat dan terlalu tinggi sehingga menjadi tangga menjadi sangat curam. Di beberapa tempat bahkan sudah rusak bagian pegangannya sehingga agak berbahaya saat naik maupun turun padahal mungkin ketinggiannya lebih dari 70 meter dan kondisinya lembab agak berlumut di sana-sini.
Di puncak anak tangga di atas tebing terdapat semacam bangunan saung kecil untuk beristirahat. Di sekitar saung terdapat lokasi yang agak datar dan bisa dijadikan tempat untuk mengamati pemandangan maupun berfoto dengan latar pemandangan. Namun perlu diingat kita harus tetap hati-hati karena tidak ada semacam pagar pembatas di sana padahal bawahnya langsung tebing curam.

Sarasah Bunta, lembah HarauDari akar berayun, kami kemudian menuju ke Sarasah Bunta yang terletak tak jauh dari akar berayun. Dari Akar Berayun ke Sarasah Bunta kita akan melewati titik echo yang ditandai dengan sebuah tanda mirip dengan prasasti. Pada titik tersebut jika kita berteriak maka akan muncul gema yang disebabkan suara kita terpantul kembali oleh dinding dua buah tebing menjulang tinggi yang berada di antara tempat tersebut.
Di Sarasah Bunta terdapat lebih banyak air terjun, ada tiga atau empat air terjun yang besar dan lebih tinggi dibanding dengan air terjun di akar berayun. Lokasinya lebih alami karena dibawah air terjun tidak dibuat kolam modern seperti halnya yang berada di akar berayun. Jadi masih alami dan normal dengan bebatuan. Namun sayangnya, di tempat tersebut kios-kios penjual makanan dan souvenir kurang tertata rapi. Hal ini tentu saja sedikit mengurangi keindahan alam pemandangannya karena sebagian tertutup oleh kios-kios yang tersebar tersebut. Andai saja ditata dengan rapi maka tempat tersebut bisa lebih bagus dibandingkan dengan yang di akar berayun karena memiliki lebih banyak air terjun dan lokasi tempat wisatanya lebih luas. Pun demikian dengan tempat parkirnya, di sana terdapat areal parkir yang tersendiri dan lebih luas dibanding di akar berayun. Air terjun di Sarasah Bunta memiliki air yang bening, bahkan beberapa masyarakat atau kios makanan sekitar menggunakannya untuk mencuci gelas dan piring. Oya, di sana kami melihat kera yang berada pepohonan di sekitar air terjun yang terbesar.
Overall, tempat di Lembah Harau tersebut sebenarnya sangat fantastis dan menurutku kalau digarap dengan baik serta diberi fasilitas penunjang yang memadai, maka bisa jadi lebih bagus bila dibandingkan dengan tempat wisata serupa di tempat lain misalnya Grojogan Sewu di Tawangmangu, Karanganyar dan Baturraden di Purwokerto, Banyumas.
Dari Lembah Harau, kita kemudian menuju Kota Bukittinggi dengan terlebih dahulu mampir di suatu tempat makan khas makanan Padang yang menyajikan menu Itiak Lado Mudo. Itiak Lado Mudo ini mungkin artinya Bebek dengan bumbu cabai hijau karena bebeknya dicampur dengan olahan sambal berwarna hijau. Karena saya tidak suka makanan yang pedas, maka sayapun terpaksa tidak memilih menu tersebut dan berganti dengan menu lainnya.

Posted at 26 Dec 2011 (59 days ago)
Categories : Traveling

18 Responses to “Lembah Harau : Wisata Alam Berpemandangan Fantastis”

  1. Di Indonesia banyak sekali keindahan alam, baik itu yang sudah terurus atau masih dalam bentuk asli.
    Kalau saya, paling pernah ke grojogan sewu di Tawangmangu, itupun sudah lama sekali :D



  2. wuzz…saya pernah lihat pemandangan serupa tapi tidak di lemba anai



  3. di cuban rondo :mrgreen:



  4. @Sukadi, benar andai saja lebih terurus akan lebih indah lagi.

    @adib, di daerah manakah itu?



  5. sejuk sejuk pemandangannya nda… :)



  6. Akhirnya kelemahan objek wisata di Indonesia adalah penataan lokasinya :( .



  7. @Sriyono Semarang, Udara bukittinggi memang segar dan dingin.

    @Cahya, benar. Padahal untuk akses ke sana sudah mudah, areal parkir ada, cm penataannya masih ga rapi.



  8. jepretannya ok juga gan



  9. eh serius tuh nama nama kotanya? lucu juga yak hahaha… duh dah lama nggak ke air terjun.
    sumbar sendiri bagi saya menarik untuk dikunjungi, cuma kok nggak ada ya penerbangan langsung ke sana dari surabaya T__T



  10. Mirip dengan Grojogan Sewu di Tawangmangu. Tapi yang di Lembah Harau ini sepertinya lebih terawat ya.



  11. @Aming, kurang oke, gan. kemarin cm pakai kamera poket :-(

    @Alid Abdul, Betul. Nama daerah sana seperti itu. Surabaya-Padang ga ada gitu?

    @Darin, yang Lembah anai memang mirip dengan grojogan sewu. Namun yanga Lembah Harau sebenarnya jauh lebih hebat kalau dikembangkan dengan baik.



  12. lembah harau, tak hanya fantastis, mas andy, tetapi juga eksotis. makin terbukti kalau indonesia memang negeri yang subur dan indah. rencananya mau jalan2 ke mana lagi, mas, menjelang tahun baru?



  13. sudah lama gak ke air terjun.. dan pemandangan alam.. jadi pingi refreshing…



  14. @sawali, haha..sudah jarang jalan-jalan sekarang.

    @Anas, refresing sejenak kadang perlu untuk melakukan breakthrough :roll:



  15. wah kereen dan sejuk :) di sumatera selatan yg aku tau cuman ada air terjun bedegung namanya \9kalo gak salah) tempatnya ke arah pagar alam :) tapi aksesnya susah.. hehhe



  16. @muhammad rahman arief, saya malah belum pernah ke sumsel :)



  17. wahh mancap kui kelihatan e tempat e :roll:



Trackbacks

Leave a Reply

:idea: :shkhand: :roll: :evil: :-| :hammer: :-o :( :wink: :) :-D :oops: :-x :mrgreen: :-P :!: :-? 8) :sad: :hei: more »

*

Andhy S Perdana | Entries (RSS) | Comments (RSS).
Mohon tidak meng-Copy Paste tanpa mencantumkan sumber!

Switch to our mobile site