Linux Mint 10 LXDE Edition di Netbook HP Mininote 2140
Setelah lebih dari sebulan mencoba live cd Linux Mint 9 Fluxbox Edition pada Netbook HP Mininote 2140, ternyata muncullah banyak hal yang membuatku kurang sreg dengan distro ini. Permasalahan-permasalahan tersebut seperti respon terhadap klik untuk membuka folder pada jenis partisi NTFS dan FAT32 lambat, kestabilan fluxbox yang ntah gimana kadang-kadang aplikasi yang lagi dibuka bisa ngilang pindah ke virtual desktop lain, Exaile yang sering error saat membuka banyak file musik dalam suatu folder sekaligus dan permasalahan-permasalahan lain sebagainya, maka akhirnya hari ini aku mencoba jenis Linux Mint yang lain yaitu Linux Mint 10 LXDE edition. Sebenarnya aku ingin mencoba Linux Mint Debian Edition (LMDE) sekalian ingin mengenang zaman dulu saat pertama kali menginstall dan memakai Linux Debian di kompi tahun 2004 saat masih kuliah dulu, namun segera batal karena file isonya berformat DVD dengan ukuran segede gaban sehingga hal ini membuat tidak sabar sewaktu mendownload meski dengan kecepatan rada-rada kecepatan setengah dewa, diatas 200KBps (B Besar lho ya -» perbedaan B (besar) dan b (kecil) di sini). Oleh karena itu, kemudian aku memutuskan mendownload file ISO Linux Mint 10 LXDE edition yang berformat CD dengan ukuran hanya 600an MB saja. Pemilihan Linux Mint 10 LXDE ini selain karena alasan di atas, juga karena didasari oleh keinginan untuk mencoba desktop environment LXDE yang sebelumnya belum pernah aku gunakan.
Menurut informasi dari situs lxde.org, LXDE merupakan kependekan dari Lightweight X11 Desktop Environment. Jenis desktop environtment ini khusus dibuat untuk tujuan supaya cepat, ringan, hemat energi, hemat memori, dan juga tampilannya menarik sehingga cocok digunakan untuk device yang memang memiliki kemampuan hardware terbatas seperti jenis netbook, jenis cloud computer, dan komputer-komputer jadul.
Well, seperti sebelum-sebelumnya, setelah selesai mendownload file ISO nya kemudian aku buat Live CD dengan menggunakan Universal USB Installer dari Pendrive Linux melalui OS Windows XP. Media Live CD nya menggunakan SDHC yang sebelumnya digunakan untuk Linux Mint 9 Fluxbox Edition. Setelah Live CD jadi, kemudian Netbook direboot dan pada saat booting di arahkan manual untuk booting dari SDHC tersebut. Tak lama kemudian muncullah desktop environmet LXDE yang mirip-mirip dengan gaya Gnome. Dari sana aku langsung menuju Terminal dan ketik uname -a, oh..ternyata menggunakan kernel versi 2.6.35-22. Cek sebentar program-program yang jalan dengan ps -ax lalu lanjut dengan test programing sh sederhana dan kemudian beralih mencoba mem-browse ke icon Computer. Yak, ternyata klik nya responsif ditandai dengan langsung masuk ke dalam folder tersebut tanpa menunggu lama. Di sana juga ternyata partisi windows terdeteksi default dan ada iconnya. Hal ini berbeda dengan Linux Mint 9 fluxbox yang harus menuju ke folder /Media untuk membuka folder partisi windows (NTFS dan FAT32). Kemudian aku coba menjalankan music player Exaile dengan memutar satu folder yang mengadung banyak file musik dan ternyata lancar, tidak seperti pada Linux Mint 9 fluxbox yang sempat error dengan cara ngambek tidak bisa diapa-apain kecuali di kill dari terminal. Selajutnya aku coba menjalanakan Media Player baik VLC maupun Mplayer untuk memutar contoh film yang berjudul You, Me, and Dupree dan ternyata lancar tanpa error dan tanpa nge-lack gambarnya. Berikutnya aku mem-printscreen layar desktop dan mengeditnya dengan Gimp, lancar. Adapun setelah itu aku coba konektifitas bluetooth dengan cara mem-paired antara Blackberry 8900 Javelinku dengan Linux Mint 10 LXDE ini. Ternyata cara mempaired nya pun sederhana dan mudah sekali. Setelah berhasil di paired, kemudian aku melakukan transfer file hasil editan di Gimp di Linux Mint 10 LXDE tadi ke Blackberry Javelinku dan hal inipun sukses dengan lancar. Selajutnya file gambar itu aku jadikan gambar dalam post ini. Kemudian selanjutnya aku mencoba office dan aplikasi-aplikasi lainnya dan sampai saat ini kesimpulan sementaranya adalah Linux Mint 10 LXDE ini lebih bagus dari Linux Mint 9 Fluxbox.
Berikut Video di youtube tentang Linux Mint 10 LXDE ini :
Sementara ini dahulu, nanti dilanjut lagi reviewnya.
Update : 16 April 2011
Aku coba connect ke internet dengan menggunakan usb modem huawei dan kartu Telkomsel Flash dan ternyata begitu modem di colokkan di usb port, usb modem tersebut langsung terdeteksi. Proses setting APN nya pun mudah dan sederhana dan koneksi ke internet sukses terbentuk yang salah satunya digunakan untuk mengupdate tulisan ini melalui browser Firefox 3.6.13 yang merupakan default browser Linux Mint 10 LXDE.
15 Apr 2011 at 4:13 pm
semoga linux makin jaya… semakin banyak yg kenal linux…. jadi ga perlu capek jelasin ke orang2 linux itu apaan sih :D
*iklan dalam gambar aku menggunakan image space mdia
15 Apr 2011 at 5:09 pm
Sepertinya Linux Mint 10 LXDE ini baru rilis bulan lalu kan?
Kalau punya netbook, saya juga pingin mencicipi distro-distro yang memang ditargetkan untuk Netbook.
15 Apr 2011 at 8:02 pm
@r10, kalo saya apapun OS nya yang penting bisa buat penghilang bosan
@Cahya, benar. Linux Mint 10 LXDE baru release 16 Maret 2011 yang lalu.
16 Apr 2011 at 11:54 am
siip keren..
saya pernah coba LXDE memang ringan
salam,
16 Apr 2011 at 12:37 pm
@andi, pake LXDE di distro apa, mas?
16 Apr 2011 at 12:52 pm
Belum pernah nyobain Linux mint, cuma seputar Ubuntu aja. Memangnya lebih baik ya ketimbang distro lain
16 Apr 2011 at 3:46 pm
saya pernah lho nyobain mint.
tampilannya compact
16 Apr 2011 at 7:25 pm
@kaget, suka-suka kalo distro itu. Lebih nyaman mana ya itulah yang lebih hebat hehe
@Triunt,compact itu yang seperti apa ya?
17 Apr 2011 at 1:50 am
he he saya udah mentok nguprek mint dan masih mengejar impian untuk menguasai suse kok mas. Btw selama make Mint Isadora dulu cuma ada satu kendala di Pavilion Dv2 yang saya pake, yaitu install driver wifi secara manual
tapi mudah2an yang rilis terbaru sudah ndak begitu lagi.
>
FREE is FREEDOM not GRATIS
<
17 Apr 2011 at 6:27 am
@ariperwiracom, Yang versi cd LXDE ini juga masih manual driver wirelessnya.
Yast di suse memang memudahkan, cm kalo aku sudah terlajur enak dengan apt-get, jadi agak-agak gimana gitu kalo pindah genre ke non debian based
25 Apr 2011 at 8:58 pm
Saya malah tebiasa dengan YaST atau one-click-install openSUSE, jarang pakai perintah langsung, soalnya pemikiran masih GUI oriented
.
26 Apr 2011 at 7:31 am
wah, keluarga debian semua ;)
26 Apr 2011 at 11:55 am
@Cahya, sip. yang penting nyaman yang mana gitu aja
@Jarwadi, yap. Karena aku pindahan dari aliran Unix FreeBSD. Menurutku Linux yang paling dekat dengan FreeBSD adalah Debian dan turunannya
27 Apr 2011 at 12:54 pm
Saya cuma bisa manggut2 aja. Bukan pengguna Linux. :D
27 Apr 2011 at 2:00 pm
Wew.. saya pakai Linux mint kayaknya hampir sama dengan Ubuntu, ya karena satu ibu Debian kali ya,, :D
tapi kayaknya masih lebih bagus Ubuntu deh.. :D
27 Apr 2011 at 4:38 pm
@Asop, Apapun OS nya kan yang penting efektifitasnya terhadap fungsinya
@Masyhury, bagus dan tidaknya suatu ditribusi Linux itu kalo orang Jawa bilang cuma “wang sinawang” saja
28 Apr 2011 at 7:31 pm
saya jg menggunakan linux mint 10 Julia ini mas… pake speedy jg tnggl setting username n passwd speedy..
manteb dahh
28 Apr 2011 at 9:11 pm
@tomi, aku pake telkomsel flash juga tinggal colok modem dan set koneksi aja