Ramadhan di Bali
Minggu lalu, kami pergi ke Bali tepatnya di daerah Nusa Dua untuk keperluan meeting salah satu group GSMA yang dilaksanakan di salah satu resort hotel terkenal di sana. Kami ke sana pada hari Minggu sore dengan menggunakan Garuda. By the way, ini adalah penerbangan pertamaku di bulan puasa Ramadhan. Meski bulan puasa, ternyata Garuda tetap memberikan layanan makanan dan minuman kepada penumpang, bedanya adalah untuk yang berpuasa disediakan makanan box supaya dapat dibawa pulang.
Ketika kami sampai di hotel yang akan kami tempati untuk menginap di daerah resort Nusa Dua, nama kami tidak ada di list booking hotel tersebut. What?? Beneran? Yak, beneran kejadian.. Alhasil kami tidak bisa langsung check in, padahal saat itu sudah jam enam sore sedangkan waktu berbuka adalah jam enam tiga puluh sekianm.. Oya, Sebenarnya kami sudah booking melalui salah satu travel agent namun usut punya usut ternyata voucer hotel dari travel agent yang kami pakai belum sampai ke hotel tersebut. Hm..bagoosss..baru pertama kali kejadian seperti ini. Setelah diurus by phone, akhirnya setengah jam kemudian kami dapat check in dan masuk kamar setelah pihak travel agent meng-guarantee lewat telfon ke receptionist hotel bahwa dia akan mengurus voucernya hari besoknya jam sembilan pagi. Saat masuk kamar, saat itu sudah masuk waktu buka puasa untuk daerah Bali dan untungnya kami membawa makanan box dari Garuda tadi, sehingga kami bisa berbuka dengan makanan box tersebut. Alhamdulillah.
Setelah sholat Magrib, kami melanjutkan makan besar dengan menu seafood di salah satu restoran di daerah Jimbaran. Ini adalah makan malam yang kedua kalinya di daerah Jimbaran dari empat kali pergi ke Bali. Kami makan di restoran yang berbeda dari restoran yang dulu kami gunakan. Meski sama-sama terletak di pinggir pantai dan jenis menunya sama, namun restoran yang kami pakai ini ada pertunjukan tarian-tarian tradisional Bali. Jadi sambil makan bisa sambil melihat pertunjukan tari bali dan kelucuan beberapa turis asing yang ikutan menari mengikuti gerakan penari Bali di atas panggung. :D saat itu di beberapa sudut juga ada yang menyalakan kembang api berwarna-warni mirip kembang api yang digunakan sewaktu malam tahun baru. Mungkin itu acara kembang api perayaan malam peringatan hari kemerdekaan Indonesia di tempat itu. Oya, restoran yang kami tempati ini kurang bagus dalam pelayanan penyajian makanan. Terbukti nasi dan sayurannya tidak keluar-keluar sedangkan makanan seperti udang, cumi, dan ikan sudah keluar duluan. Bahkan nasi dan sayuran yang merupakan paket itupun baru keluar setelah kami mengingatkan ke pelayan di sana setelah sebelumnya kami menunggu lama sekali. Yak, beda banget dengan restoran sebelumnya.
Oya, ngomong-ngomong tentang puasa, bulan puasa di Bali, khususnya di daerah resort Nusa Dua memang agak ribet untuk urusan sahur. Untuk sahur, hotel yang kami tempati memang bisa menyediakan early breakfast jam 4 pagi, tapi setiap sore hari harus pesen dulu ke reseptionist agar disiapkan makanan untuk sahur. Jadi tidak bisa pesen sekali buat langsung tiga hari sekaligus. Ya sudahlah..yang penting bisa sahur. Hari pertama sahur, makanan di antar ke kamar pada jam empat pagi, padahal kami tidak memesan untuk diantar. Well pelayanan yang bagus. Hari ke dua sahur kami tunggu jam empatan pagi tetapi kali ini makanan belum datang sehingga kami datang sendiri ke breakfast resto nya dan ternyata memang baru dibuatkan setelah kami datang. Yak pelayanan agak menurun
Hari ketiga sahur kami kembali datang ke tempat resto nya dan tebak apa yang terjadi? Ternyata pihak restonya bilang tidak ada pesanan sahur dari reseptionis sedangkan pada sore hari sebelumnya kami sudah pesan terlebih dahulu ke reseptionis hotel seperti hari-hari sebelumnya. Karena hari itu adalah hari terakhir kami di hotel tersebut dan jam 6.30 kami sudah akan check out, maka kami sahur dengan makanan yang sudah ada diresto breakfast tersebut saja. Saat itu yang sudah siap adalah nasi putih, bubur, kentang goreng, dan jus. Alhamdulillah sudah cukup untuk sahur gaya eropa dengan menggunakan kentang goreng :D.
Sewaktu di sana, acara kami hanyalah meeting selama dua hari dari pagi jam 8.30 sampai jam 6 sore di salah satu resort hotel lain yang terletak tidak jauh dari hotel yang kami tempati. Jadi praktis kami di dalam ruang terus. Hal ini ada untungnya juga karena bisa menjaga pandangan yang mungkin bisa mengurangi nilai puasa.
Pernah pas break istirahat satu jam, karena di dalam ruangan AC-nya sangat dingin, maka kami mencoba jalan-jalan sebentar di pantai resort hotel tersebut sekedar mencari sinar matahari dan ternyata di sana banyak sekali turis asing yang sedang berjemur atau melakukan aktifitas lainnya :D