Tabloid di Kereta Api Argolawu
Kemarin aku pergi ke Solo menggunakan Kereta Api Eksekutif Argolawu dari Jakarta ke Solo. Ternyata sekarang Kereta Api Argolawu tersebut menyediakan tabloid gratis bagi penumpang kereta api yang diletakkan di bagian belakang kursi, di depan tempat duduk. Yah meskipun tabloidnya sudah agak lusuh, namun setidaknya ada penambahan fasilitaslah…
Hm..kalau menurutku untuk digunakan di kereta api, format bacaan berupa tabloid kurang cocok digunakan mengingat terlalu besar ukurannya sewaktu dibaca dan juga terlalu tipis bahannya sehingga mudah rusak atau kotor jika dibaca beberapa kali. Jadi menurutku si sebaiknya bentuk format bacaannya adalah berupa majalah saja. Selain bentuknya kecil, majalah juga biasanya menggunakan kertas yang lebih tebal dan tidak mudah kotor sehingga lebih durable untuk dibaca beberapa kali oleh beberapa penumpang. Majalah juga bisa digunakan lebih lama dari tabloid, misalnya saja jangka waktu satu bulan. Selain sebagai bacaan gratis, majalah seperti itu sebenarnya bisa digunakan pihak kereta api untuk memonetize majalah tersebut dengan menyediakan space iklan-iklan di majalah tersebut. Oya, akan lebih baik lagi jika selain bahan bacaan, kereta api juga menyediakan semacam petunjuk keamanan saat di dalam kereta api. Petunjuk keamaan seperti ini adalah hal yang umum di pesawat terbang namun belum ada di kereta api, padahal menurutku juga penting.
Hm..terkait dengan tabloid tadi, ternyata tidak semua Kereta Api Eksekutif menyediakan tabloid gratis seperti yang ada di Kereta Api Argolawu tersebut. Hal ini dapat diketahui karena perjalanan baliknya dari Solo ke Jakarta aku menggunakan Kereta Api Eksekutif Argo Dwipangga dan di sana tidak ada tabloid seperti di Kereta Api Argolawu tersebut. Well, tampaknya memang fasilitas kereta api satu dan satunya tidak seragam..
28 Oct 2010 at 5:14 pm
Salam kenal, aku nitip nih, siapa tau butuh
Trims.