The Valley&Kampung Daun : Resto bersuasana keren

Kemarin aku ke Bandung untuk urusan kerjaan. Di sana kami menginap di hotel bintang lima baru di daerah Setiabudhi yang begaya Eropa. Hotel tersebut bernama hotel GH Universal. Letak hotel tersebut di atas terminal Ledeng dekat dengan rumah sosis. Hotel tersebut memiliki pemandangan yang keren meski baru trial buka.

Di hotel tersebut juga tersedia free hotspot yang lumayan kenceng. Meski pemandangan hotelnya bagus, namun kamarnya termasuk sangat sempit untuk ukuran hotel bintang lima. Dan juga di lantai 3 tempat ruangan meeting yang kami pakai tenyata tidak terdapat toiletnya. Toilet terletak di lantai 1 dan lantai 5.

Anyway, meski hotelnya bagus, namun bukan hotelnya yang ingin aku ceritakan, tetapi wisata kulinernya.

Kuliner di Bandung ini dimulai dengan sebuah restoran di daerah Dago Atas dengan nama The Valley Restaurant. Alamat lengkap restoran ini di Jl Lembah Pakar Timur 28. Untuk mencapai restaurant ini memang agak sulit bagi yang tidak mempunyai kendaraan karena lokasinya yang masuk ke dalam jauh dari jalur umum angkot-angkot Bandung. Restoran tersebut memiliki pemandangan yang sangat indah. Kami kesana sekitar jam 8 malam dan waktu itu di sana dihiasi penerangan dengan obor dan lilin serta lampu-lampu kecil yang dililitkan pada pepohonan cemara. Well, untuk orang yang lagi pacaran, maka tempat ini sepertinya sangat recommended karena suasananya dan panoramanya yang sangat indah dan tenang he..he..
Untuk urusan makanan, pilihan makanannya sangat bervariasi, ada menu Jepang, Eropa dan Sunda dengan harga kelas atas alias mahal abiss. Di sana aku memesan makanan jenis daging sapi (lupa namanya) dengan harga satu porsinya 300 ribuan dan minuman hot cappuccino. Alamak…mahal amit….tetapi tenang, dibayarin orang kok he..he.. Selain mahal, ternyata restoran ini juga lama sekali menghidangkan menu yang dipesan. Kami menungu hampir setengah jam sampai menu datang ke meja kami. Huh setengah jam, udah hilang selera makan kelamaan menunggu. :( Disela-sela menunggu kami dihidangkan santapan pembuka berupa sup Zuppa.

Setelah menunggu lama dan setelah dihidangkan dan kemudian dicicipi ternyata rasa daging sapi yang aku pesan tidak cocok dengan seleraku hu..hu..hu… Menurutku sih rasanya tidak terlalu special. Pun begitu juga dengan hot capucinno-nya juga tidak terlalu special. Hanya sup Zuppa nya yang menurutku enak. Ah yo wis gapapa, namanya juga gratisan :)

Kuliner ke dua di Restoran Kampung Daun. Restoran kampung daun terletak di Jl. Sersan Bajuri Km. 4,7 No. 88 RR1 – Bandung. Mudahnya si letaknya itu ke arah Lembang. Kami ke sana pukul 7 malam hari. Konsep restoran ini bentuknya terdiri dari saung-saung yang memanjang ke atas bukit dengan dihiasi oleh sungai yang mengalir, pancuran-pancuran air, dan tumbuhan rindang di sekitar saung.

Penerangan yang digunakan di sana adalah  obor, api unggun, dan lilin sehingga membuat suasana menjadi alami dan keren abis. Tidak kalah dengan suasana the Valley. Saung kami terletak di tempat yang atas, agak jauh dari pintu masuk. Di saung tersebut terdapat meja untuk lesehan yang di atasnya sudah terdapat minuman air putih. Di sekeliling meja terdapat guling untuk bersandar.
Untuk hal makanan, makanan yang disediakan di sini adalah makanan tradisional. Di sini kami memesan ayam goreng, bebek bakar bumbu bali, gurame bakar, gurame goreng, tempe medoan, tahu goreng isi, bakwan jagung, aneka sambal, dan bermacam-macam makanan lainnya. Untuk minuman, saya memesan jus tomat dan es kompyor.

Karena kami sudah order dari sebelum kami datang, maka makanan yang kami pesan tersebut cepat datangnya. Sedangkan untuk minuman, karena kami memesannya saat kami di sana, maka agak lama datangnya. Semua makanan yang dipesan di atas aku cicipin semua dan rasanya emang enak dan sesuai dengan lidahku. Minuman yang aku pesan juga nikmat. Meski harganya agak mahal, namun masih lebih murah bila dibandingkan dengan the Valley dan rasanya juga mak nyusss sesuai dengan selera lidahku.

Biasanya resto yang berkonsep saung seperti ini menyediakan kentongan atau alat sejenis untuk memanggil pelayan,namun saya lihat tidak ada alat seperti itu di kampung daun ini sehingga kami harus memanggil secara manual. :(

Well, kenyang dengan makanan-makanan tersebut kemudian kami kembali ke hotel…

Semua makanan yang dipesan di atas aku cicipin semua dan rasanya emang enak dan sesuai dengan lidahku. Minuman yang disediakan aku pesan juga nikmat. Meski harganya agak mahal, namun masih lebih murah bila dibandingkan dengan the Valley dan rasanya juga mak nyusss sesuai dengan selera lidahku.
Posted at 2 Nov 2009 (830 days ago)
Categories : Culinary, Traveling

Leave a Reply

:idea: :shkhand: :roll: :evil: :-| :hammer: :-o :( :wink: :) :-D :oops: :-x :mrgreen: :-P :!: :-? 8) :sad: :hei: more »

*

Andhy S Perdana | Entries (RSS) | Comments (RSS).
Mohon tidak meng-Copy Paste tanpa mencantumkan sumber!

Switch to our mobile site