Traveling to Bali
Minggu lalu, kami ke Bali untuk keperluan bisnis di sana selama dua hari tiga malam. Ini merupakan perjalanan ke Bali untuk yang ketiga kalinya bagiku. Pertama kali ke Bali sewaktu masih duduk di smp yang saat itu mengadakan perjalanan wisata ke beberapa tempat di Bali. Kemudian ke Bali untuk yang kedua kalinya tahun 2008 yang lalu untuk urusan kerjaan. Kemudian ke Bali untuk yang ketigakalinya adalah minggu lalu untuk urusan kerjaan juga. Selama di Bali, kami menginap di hotel Mercure di kawasan pantai Kuta, tepatnya di depan pantai Kuta. Kamar hotel yang kami tempati memiliki interior yang sederhana dan didominasi perabot kayu minimalis namun terlihat modern. Di hotel tersebut terdapat kolam renang di lantai 4 yang langsung menghadap ke pantai Kuta sehingga pemandangan dari tempat renang tersebut sangat indah. Oya, untuk suasana, suasana di Bali sekarang ini sedang ramai oleh turis baik turis-turis mancanegara maupun turis domestik. Banyaknya turis mancanegara kemungkinan besar disebabkan oleh kondisi politik di Thailand yang kurang kondusif, sehingga banyak yang mengalihkan perjalanan mereka ke Indonesia, salah satunya Bali.
Selama di sana, kami sempat icip-icip kuliner makanan khas Bali. Kuliner pertama adalah bebek bengil yang terletak di Ubud. Bebek bengil merupakan bahasa Bali yang berarti bebek kotor atau dalam bahasa Inggris disebut dengan dirty duck. Dari plang yang terdapat di depan restoran bebek bengil, restoran tersebut berdiri tahun 1990. Suasana di restoran tersebut mengadopsi suasana di pedesaan dengan tempat makannya berupa gubug/saung yang luas. Dari pelayan di restoran tersebut, makanan khasnya adalah bebek begil dan minuman khasnya adalah hanoman street. Saya pun kemudian mencoba keduanya.
Menu bebek bengil adalah bebek goreng kering berukuran separo bebek yang dipadukan dengan nasi dan sayuran serta seiris jeruk dan semangka. Sedangkan minuman hanoman street adalah gabungan dari just jeruk, leci, dan melon dalam satu gelas. Rasa bebeknya si so so lah menurutku karena menurut lidahku rasanya lebih mantap bebek Suryo atau bebek Slamet.
Kuliner kedua adalah di salah satu restoran makanan laut di daerah Jimbaran Bali yaitu restoran seafood Ubung cafe yang terletak di pinggi pantai. Di sana kami memesan minuman kelapa muda dan beberapa makanan laut seperti ikan bakar, cumi goreng tepung, udang goreng, dan kerang.
Untuk ikan bakarnya, menurutku enak dan lembut. Meski luarnya tampak gosong, namun dalamnya empuk dan putih serta tidak berasa gosongnya. Untuk menu lainnya menurutku biasa saja seperti kebanyakan makanan laut di daerah lain yang pernah aku coba seperti restoran pantai di Batam, Manado, Cilacap, dan beberapa kota pantai lainnya.
Selain kuliner, kami juga sempatkan membeli beberapa oleh-oleh di toko oleh-oleh Krisna. Kemudian kami sempatkan juga ke Joger, namun tidak optimal karena banyak sekali pengunjung yang rata-rata anak-anak sekolahan yang aje gile banyaknya tumplek blek mengalahkan pasar..
. Selain itu, kami juga menyempatkan berjalan-jalan mengunjungi pasar wisata di dekat pantai Kuta namun sayangnya banyak yang tutup karena saat itu adalah saat beribadah bagi umat Hindu di sana. Setelah itu, pada sabtu siang kami kembali ke Jakarta.