UAV Indonesia
Setelah membaca artikel ini, aku baru inget sekitar 4 tahun yang lalu salah satu dosen Elektro ITB, Pak Doni pernah bercerita bahwa ia pernah membeli pesawat maenan seharga 8 juta dan hancur seketika ketika diberi beban yang lebih berat dari yang seharusnya. Saat itu aku ga berpikiran bahwa ia sedang proyek pembuatan UAV (Unmanned Aerial Vehicle) dan ternyata proyek tersebut behasil. Buktinya sebuah Home Industri Pesawat Terbang tanpa awak telah berdiri di Arcamanik Bandung dengan nama PT Globalindo Technology Services Indonesia (GTSI) dengan produknya yang diberi nama Kujang.
Modal awal perusahaan ini hanya sekitar Rp 300 juta dan menempati ruko. Di sana bekerja teknisi pesawat terbang yang rata-rata berasal dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan IPTN.
Hebat, setidaknya setelah IPTN bisa dianggap tidak ada, ternyata ada sebagian yang masih serius di bidang ini. Semoga Indonesia bisa mengudara lagi dengan system yang lebih cerdas